Selasa, 11 April 2017

9 Cara Mengecilkan Betis dan Paha dengan Cepat Secara Alami

Selamat pagi menjelang siang,yuk baca artikel dari kami 
Memiliki kaki dengan betis terlihat jenjang tentu menjadi impian semua orang. Apalagi untuk wanita, mereka rela melakukan apa saja untuk mendapatkan siluet ramping ini.

Seorang wanita yang memiliki betis dan paha besar akan terlihat tidak proporsional. Ditambah lagi jika kamu bertubuh pendek, wah tentunya akan semakin memperburuk penampilan. Maka dari itu sebaiknya kecilkan secepatnya.

Untuk mendapatkan betis yang proporsional, ada baiknya kamu melakukan beberapa olahraga ringan dan ditunjang dengan pola hidup sehat. Bagaimana caranya? Berikut cara mengecilkan betis dan paha dengan cepat secara alami.

Cara Mengecilkan Paha dan Betis dengan Cepat Secara Alami

1. Lari

Lari termasuk salah satu olahraga yang murah meriah. Tanpa perlu fasilitas penunjang yang mahal kamu bisa melakukannya. Selain murah, lari juga bisa membantu menurunkan berat badan, mengurangi massa otot betis, dan membuat tubuh bugar.

Lari yang dimaksud disini bukan lari cepat lho ya. Kenapa? Karena jika kamu melakukan lari cepat sebenarnya justru akan membuat betis semakin besar. Oleh sebab itu, berlarilah secara pelan sekitar 30-60 menitan untuk mendapatkan betis ramping.

2. Berenang

Pengen tubuh cepat tinggi? Kamu bisa mencoba renang secara rutin. Olahraga ini dapat melatih seluruh otot tubuh, mulai dari kaki, betis, paha, hingga perut, dan lengan. Tidak hanya mengecilkan saja, tubuhmu pun akan semakin kencang.

Berenang bisa kamu lakukan seminggu sebanyak minimal 3 kali untuk mendapatkan hasil terbaik. Jangan lupa lakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berenang guna mencegah kram otot.

3. Gerakan memanjang

Gerakan ini sangat mudah untuk dilakukan. Meskipun terlihat sepele, gerakan memanjang terbukti cukup ampuh untuk mengecilkan paha dan betis.

Cara mengecilkan betis dan paha dengan gerakan memanjang:
  • Kamu bisa berdiri di dekat dinding yang nantinya akan digunakan sebagai media melakukan gerakan ini. Upayakan untuk berdiri setidaknya 30 cm dari dinding tersebut.
  • Selanjutnya letakan kaki kiri kamu ke belakang atau berjarak kurang lebih 90 cm dari dinding. Letakan kedua telapak tangan di dinding sejajar dengan bahu dan tekuk kaki kanan dengan posisi kaki kiri tetap lurus.
  • Kemudian, perlahan dorong pinggul kamu ke depan dengan posisi kaki kiri tetap di tempatnya. Tahan posisi seperti ini selama sekitar 30 detik, setelah itu tukar posisi kaki kamu.

4. Perenggangan

Ada banyak sekali manfaat melakukan gerakan perenggangan. Selain bisa membuat otot lebih fleksibel, gerakan semacam ini ternyata juga cukup efektif untuk mengecilkan betis dan paha.

Kamu bisa melakukan gerakan perenggangan seperti nomor tiga tadi secara rutin. Namun jika ingin gerakan yang lebih bervariasi lagi, kamu bisa memilih pilates ataupun yoga.

5. Bersepeda

Olahraga mengecilkan paha dan betis selanjutnya adalah bersepeda. Mengayuh sepeda tak hanya membantu membakar lemak saja, tapi juga bisa menjaga sirkulasi darahmu tetap lancar.

Lakukan sepeda santai minimal selama 30 menitan sehari untuk mendapatkan hasil terbaik. Agar semakin seru kamu bisa sepeda santai keliling kota sambil rekreasi.

6. Lompat tali

Satu lagi olahraga mengecilkan paha dan betis yang murah meriah. Yup, lompat tali. Gerakan melompat secara berkelanjutan dapat membakar lemak yang ada di bagian betis dan paha.

Bahkan jika dilakukan secara rutin lompat tali dapat membantu mengoptimalkan tinggi badanmu. Usahakan sehari kamu melakukan lompat tali minimal 30 kali.

7. Walking lunges

Walking lunges merupakan latihan yang memusatkan pada otot betis dan paha. Untuk melakukannya sangatlah mudah sekali, langsung saja simak caranya berikut.

  • Berdirilah tegak kemudian letakan kedua tangan di pinggul
  • Kencangkan otot perutmu lalu mulailah melangkah dengan kaki kiri
  • Sekarang tekuk kaki kanan sejajar dengan lantai membentuk sudut 90 derajat
  • Tahan pada posisi ini selama beberapa menit sesuai kemampuan masing-masing
  • Lakukan gerakan yang sama untuk kaki kanan. Usahakan masing-masing kaki mendapatkan jatah sebanyak 10-15 kali gerakan.
8. Jump squats
Pasti kamu tau dengan latihan ini. Sama halnya dengan walking lunges, jump squats juga memusatkan gerakan pada paha dan betis.

Hanya dengan melakukan gerakan ini secara rutin selama sebulan saja saya jamin kamu akan memiliki betis ramping. Buktikan sendiri.

Cara mengecilkan betis dan paha dengan jump squats:
  • Pertama berdirilah tegak kemudian buka kaki selebar pinggulmu
  • Kencangkan perut ke bagian dalam lalu tekuk paha sejajar dengan lantai
  • Sekarang lompatlah setinggi mungkin, kemudian posisikan kembali tubuh seperti semula
  • Untuk hasil terbaik lakukan sebanyak 10-15 kali.

9. Leg circles

Leg circles awalnya digunakan untuk mengencangkan daerah kewanitaan. Namun setelah diteliti ternyata ia juga bisa mengecilkan paha dan betis yang besar. Latihan ini sangat cocok untuk kamu para ibu rumah tangga.

Cara mengecilkan paha dan betis dengan leg circles:
  • Posisikan tubuh berbaring terlentang, lalu kencangkan otot perutmu
  • Tekuk kaki kirimu kemudian kaki kanan angkat lurus ke atas
  • Lakukan gerakan melingkar untuk kaki kanan searah dengan jarum jam sebanyak 10 kali. Kemudian lakukan gerakan berlawanan arah jarum jam juga 10 kali
  • Setelah itu turunkan kaki kanan dan lakukan dengan cara yang sama untuk kaki kiri.
Bagaimana, gampang kan?

Itulah beberapa cara mengecilkan betis dan paha dengan cepat tanpa operasi. Kamu tak perlu mencoba semua olahraga diatas, tapi cukup pilih salah satu saja kemudian lakukan secara rutin setiap hari. Selamat mencoba dan jangan lupa share hasilnya di kolom komentar ya.

salam sukses dari kami Tadika Puri cabang Balikpapan

Tadika Puri juga memiliki jurusan Global Preparation Pilot Shool untuk cabang kami memiliki , untuk cabang Balikpapan Jl. Soekarno-Hatta KM. 4,5 No. 884 (Simpang Tiga Pasar Butun ) Balikpapan , yuk bergabung bersama kamiWA: 081354998795#tadikapuri #cabangbalikpapan #suksesbersama#meraihmimpi#globalpreparationpilotschool #airlinesbusinesscareer#balikpapan#ayokebalikpapan

Ibu Hamil Naik Pesawat, Berbahayakah?

Selamat pagi, yuk baca artikel tips naik pesawat untuk ibu hamil.
Mungkin Anda pernah mendengar sebuah mitos yang menyatakan bahwa ibu hamil naik pesawat adalah sesuatu yang berbahaya. Ditakutkan, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi janin dalam kandungan. Namun apakah anggapan itu benar sesuai ilmu medis?

Sebenarnya bepergian menggunakan pesawat tergolong aman bagi Anda yang menjalani kehamilan dengan tubuh sehat. Namun tetap ada aturan tersendiri yang harus Anda patuhi sebelum berpetualang di udara.

Hal pertama yang wajib Anda lakukan sebelum bepergian menggunakan pesawat adalah konsultasi ke dokter kandungan. Hal ini sebaiknya dilakukan meski Anda menjalani kehamilan dengan normal. Namun, jika Anda memiliki penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau pernah melahirkan secara prematur, Anda wajib memeriksakan diri ke dokter.
Anda juga disarankan untuk mengecek kebijakan maskapai penerbangan tentang ibu hamil naik pesawat.
Meski tergolong aman, naik pesawat saat hamil bisa meningkatkan risiko terjadinya:
  • Pembekuan darah dan varises. Untuk meminimalisasi hal itu terjadi, Anda bisa memakai stoking kompresi atau kaus kaki setinggi lutut yang diproduksi khusus untuk penerbangan.
  • Keguguran atau kelainan pada janin. Paparan radiasi atmosfer saat berada di ketinggian tertentu bisa meningkatkan risiko dua hal ini. Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan risiko tersebut jika hanya sesekali melakukan perjalanan dengan pesawat. Peringatan ini ditujukan untuk ibu hamil yang sering naik pesawat.
  • Oksigen dalam darah menurun. Kondisi tersebut bisa terjadi karena selama penerbangan tekanan udara menurun. Namun hal tersebut tidak akan berisiko kepada janin selama Anda memiliki tubuh yang sehat.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Ibu Hamil Naik Pesawat?

Aman atau tidaknya bepergian dengan pesawat ditentukan pula dari usia kehamilan Anda. Waktu yang tepat untuk naik pesawat adalah saat kehamilan memasuki usia pertengahan atau trimester kedua (sekitar minggu ke 14 hingga 28). Mengapa demikian? Di waktu ini, Anda sudah nyaman kembali dengan kehamilan Anda dan risiko keguguran dan lahir prematur pun terbilang rendah.
Sementara pada awal kehamilan atau trimester pertama kehamilan, beberapa wanita kerap mengalami mual dan mudah lelah. Pastinya hal itu bisa mengganggu perjalanan Anda. Terlepas dari apakah Anda sedang naik pesawat atau tidak, risiko untuk mengalami keguguran tetap lebih tinggi pada masa awal tiga bulan masa kehamilan.
Selain itu, hindari pula naik pesawat saat kehamilan menginjak usia melahirkan. Bepergian pada usia tersebut bisa sangat melelahkan dan membuat Anda tidak nyaman.

Tips Agar Aman Berada di Pesawat

Agar tubuh tetap sehat dan perjalanan udara menjadi nyaman, lakukan hal-hal di bawah ini:
  • Konsumsi banyak cairan agar tubuh tidak dehidrasi.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan membuat Anda nyaman.
  • Pilih tempat duduk yang bisa memberikan Anda banyak ruang untuk bergerak seperti kursi di sebelah lorong.
  • Pakai dan kencangkan sabuk pengaman di bawah perut.
  • Jangan terlalu lama duduk. Sebisa mungkin berjalan-jalanlah sebentar di lorong agar sirkulasi darah menjadi lancar. Jika hal itu tidak memungkinkan, renggangkan pergelangan kaki Anda selama berada di tempat duduk.
Kehamilan tidak menghambat Anda untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Meski ibu hamil naik pesawat tergolong aman, sebaiknya Anda jangan memaksakan diri jika dokter tidak mengizinkan Anda untuk bepergian melalui jalur udara.

Tadika Puri membuka pendaftaran untuk kelas baru Global Preparation Pilot School ayo bergabung bersama kami dan sukses bersama 
untuk cabang Balikpapan Jl. Soekarno-Hatta KM. 4,5 No.88A (Simpang Tiga Pasar Butun ) Balikpapan.
Wa : 081354998795

Senin, 10 April 2017

Sejarah Singkat Perjuangan RA. Kartini Semasa Hidupnya

Selamat siang, kali ini kami membagikan kisah inspirasi perjuangan salah satu wanita hebat di indonesia .
RA. Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. RA. Kartini dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia. Hal ini dimulai ketika Kartini merasakan banyaknya diskriminasi yang terjadi antara pria dan wanita pada masa itu, dimana beberapa perempuan sama sekali tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan. Kartini sendiri mengalami kejadian ini ketika ia tidak diperbolehkan melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Kartini sering berkorespondensi dengan teman-temannya di luar negeri, dan akhirnya surat-surat tersebut dikumpulkan oleh Abendanon dan diterbitkan sebagai buku dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Biografi Singkat Kartini
Semasa hidupnya dimulai dengan lahirnya Kartini di keluarga priyayi. Kartini yang memiliki nama panjang Raden Adjeng Kartini ini ialah anak perempuan dari seorang patih yang kemudian diangkat menjadi bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ibu dari Kartini memiliki nama M.A. Ngasirah, istri pertama dari Sosroningrat yang bekerja sebagai guru agama di salah satu sekolah di Telukawur, Jepara. Silsilah keluarga Kartini dari ayahnya, bisa dilacak terus hingga Sultan Hamengkubuwono IV, dan garis keturunan Sosroningrat sendiri bisa terus ditelusuri hingga pada masa Kerajaan Majapahit.

Ayah Kartini sendiri awalnya hanyalah seorang wedana (sekarang pembantu Bupati) di Mayong. Pada masa itu, pihak kolonial Belanda mewajibkan siapapun yang menjadi bupati harus memiliki bangsawan sebagai istrinya, dan karena M.A. Ngasirah bukanlah seorang bangsawan, ayahnya kemudian menikah lagi dengan Radeng Adjeng Moerjam, wanita yang merupakan keturunan langsung dari Raja Madura. Pernikahan tersebut juga langsung mengangkat kedudukan ayah Kartini menjadi bupati, menggantikan ayah dari R.A. Moerjam, yaitu Tjitrowikromo.
Sejarah perjuangan RA. Kartini semasa hidupnya berawal ketika ia yang berumur 12 tahun dilarang melanjutkan studinya setelah sebelumnya bersekolah di Europese Lagere School (ELS) dimana ia juga belajar bahasa Belanda. Larangan untuk Kartini mengejar cita-cita bersekolahnya muncul dari orang yang paling dekat dengannya, yaitu ayahnya sendiri. Ayahnya bersikeras Kartini harus tinggal di rumah karena usianya sudah mencapai 12 tahun, berarti ia sudah bisa dipingit. Selama masa ia tinggal di rumah, Kartini kecil mulai menulis surat-surat kepada teman korespondensinya yang kebanyakan berasal dari Belanda, dimana ia kemudian mengenal Rosa Abendanon yang sering mendukung apapun yang direncanakan Kartini. Dari Abendanon jugalah Kartini kecil mulai sering membaca buku-buku dan koran Eropa yang menyulut api baru di dalam hati Kartini, yaitu tentang bagaimana wanita-wanita Eropa mampu berpikir sangat maju. Api tersebut menjadi semakin besar karena ia melihat perempuan-perempuan Indonesia ada pada strata sosial yang amat rendah.
Kartini juga mulai banyak membaca De Locomotief, surat kabar dari Semarang yang ada di bawah asuhan Pieter Brooshoof. Kartini juga mendapatkan leestrommel, sebuah paketan majalah yang dikirimkan oleh toko buku kepada langganan mereka yang di dalamnya terdapat majalah-majalah tentang kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Kartini kecil sering juga mengirimkan beberapa tulisan yang kemudian ia kirimkan kepada salah satu majalah wanita Belanda yang ia baca, yaitu De Hollandsche Lelie. Melalui surat-surat yang ia kirimkan, terlihat jelas bahwa Kartini selalu membaca segala hal dengan penuh perhatian sambil terkadang membuat catatan kecil, dan tak jarang juga dalam suratnya Kartini menyebut judul sebuah karangan atau hanya mengutip kalimat-kalimat yang pernah ia baca. Sebelum Kartini menginjak umur 20 tahun, ia sudah membaca buku-buku seperti De Stille Kraacht milik Louis Coperus, Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta yang ditulis Multatuli, hasil buah pemikiran Van Eeden, roman-feminis yang dikarang oleh Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek, dan Die Waffen Nieder yang merupakan roman anti-perang tulisan Berta Von Suttner. Semua buku-buku yang ia baca berbahasa Belanda.
Pada tanggal 12 November 1903, Kartini dipaksa menikah dengan bupati Rembang oleh orangtuanya. Bupati yang bernama K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat ini sebelumnya sudah memiliki istri, namun ternyata suaminya sangat mengerti cita-cita Kartini dan memperbolehkan Kartini membangun sebuah sekolah wanita. Selama pernikahannya, Kartini hanya memiliki satu anak yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat. Kartini kemudian menghembuskan nafas terakhirnya 4 hari setelah melahirkan anak satu-satunya di usia 25 tahun.
Pemikiran dan Surat-Surat Kartini
Wafatnya Kartini tidak serta-merta mengakhiri perjuangan RA. Kartini semasa hidupnya karena salah satu temannya di Belanda, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan surat-surat yang dulu pernah dikirimkan oleh Kartini kepada teman-temannya di Eropa. Abendanon kemudian membukukan seluruh surat itu dan diberi nama Door Duisternis tot Licht yang jika diartikan secara harfiah berarti “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku ini diterbitkan pada tahun 1911, dan cetakan terakhir ditambahkan sebuah surat “baru” dari Kartini.
Pemikiran-pemikiran Kartini dalam surat-suratnya tidak pernah bisa dibaca oleh beberapa orang pribumi yang tidak dapat berbahasa Belanda. Baru pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkan versi translasi buku dari Abendanon yang diberi judul “Habis Gelap Terbitlah Terang: Buah Pikiran” dengan bahasa Melayu. Pada tahun 1938, salah satu sastrawan bernama Armijn Pane yang masuk dalam golongan Pujangga Baru menerbitkan versi translasinya sendiri dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Versi milik Pane membagi buku ini dalam lima bab untuk menunjukkan cara berpikir Kartini yang terus berubah. Beberapa translasi dalam bahasa lain juga mulai muncul, dan semua ini dilakukan agar tidak ada yang melupakan sejarah perjuangan RA. Kartini semasa hidupnya itu.
siapa yang ingin seperti RA.KARTINI?kalian harus mengutamakan pendidikan 
Tadika Puri membuka pendaftaran untuk kelas baru Global Preparation Pilot School ayo bergabung bersama kami dan sukses bersama 
untuk cabang Balikpapan Jl. Soekarno-Hatta KM. 4,5 No.88A (Simpang Tiga Pasar Butun ) Balikpapan.
Wa : 081354998795
#tadikapuri #cabangbalikpapan#suksesbersama#meraihmimpi#globalpreparationpilotschool #airlinesbusinesscareer#balikpapan#ayokebalikpapan